Selasa, 06 Oktober 2009

Salam Manis buat Sahabat Agent Perubah

Kegiatan awal perkuliahan tahun ajaran 2009–2010 baru saja dimulai, pada momen ini pasti para mahasiswa lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatu keperluan yang terkait dengan kegiatan perkuliahan. Untuk mahasiswa baru sendiri, berbagai keperluan yang terkait dengan kegiatan perkuliahan dan pemondokan(mencari kost) tentu lebih menyita banyak waktu dan perhatian. Hal ini wajar mengingat mereka baru saja menyandang gelar sebagai mahasiswa baru. Selain itu masih banyak sesuatu yang harus mereka lakukan mengingat masa-masa pertama di awal perkuliahan merupakan sesuatu yang baru mereka alami. Yang jelas menyandang status sebagai mahasiswa baru, berarti kita harus siap menerima dan menjalankan berbagai beban yang ada dihadapan kita, baik itu menyenangkan atau kurang menyenangkan dalam pandangan kita.
Selamat Datang Mahasiswa Agent Perubah!
Menjadi mahasiswa baru memang menyenangkan dan tentu hal ini akan menuntut kita lebih serius dibandingkan dengan ketika masih berstatus siswa. Dari sisi kegiatan perkulihaan akan semakin berat beban materi kuliah dan penugasan yang akan kita terima, jauh berbeda dibandingkan ketika masih berstatus siswa di SMA. Selain itu lingkungan tempat tinggal pun berbeda dengan ketika kita masih numpang dengan orang tua,(bagi yang berasal dari luar daerah). Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bersikap mandiri terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari seperti kebutuhan makan, minum, tempat kos, pakaian, belajar hingga berinteraksi dengan lingkungan.
Melakukan interaksi dengan lingkungan yang masih asing merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi mahasiswa baru. Hal ini agar terjadi adaptasi sosial yang positif dan tidak terjadi kesenjangan interaksi antara mahasiswa dengan lingkungan kampus. Mahasiswa baru hendaknya mengenal keberadaan organisasi intra dan ekstra kampus yang seperti organisasi yang bergerak di bidang sosial, kemahasiswaan, olahraga, forum kajian dan juga organisasi Islam. Tentu tidak sebatas mengenal saja, melainkan juga hendaknya mahasiswa baru terlibat aktif dalam organisasi tersebut sepanjang kegiatan yang dilaksanakan mempunyai kontribusi positif dan tidak bertentangan dengan akidah dan syariat Islam.
Potensi Besar Pemuda-Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat
Sahabat, kiprah pemuda telah terukir indah dalam tinta emas sejarah, mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan. Terlebih kelompok pemuda seperti mahasiswa karena, selain diharapkan oleh umat, peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masyarakat lainnya sebagai pionir perubahan kearah yang yang lebih baik. Posisi mereka sebagai mahasiswa. memang menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi sebesar-besarnya. Tidak heran jika perubahan social politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh gerakan pemuda-mahasiswa. sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan islam yang akhirnya berhasil menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi adalah para pemuda yang menjadi murid(mahasiswa) Rasulullah SAW.
Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda – mahasiswa. pemikiran kritis mereka sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya. Mereka adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkukung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini. Potensi yang dimiliki oleh pemuda-mahasiswa haruslah diarahkan untuk menyokong dan mempropagandakan nilai-nilai kebaikan. Seorang mahasiswa muslim tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran umat yang sangat memprihatinkan ini.
Tampil Sebagai Aktivis Dakwah
Tidak diragukan lagi bahwa mahasiswa muslim merupakan salah satu penggerak dalam perubahan sosial. Suatu perubahan ke arah penerapan aturan Islam secara menyeluruh dalam sendi-sendi kehidupan. Apalagi salah satu identitas seorang muslim adalah terinternalisasinya suatu sikap amar maÂ’ruf nahi munkar dalam dirinya. Oleh karena itu tampilya figur mahasiswa dalam suatu organisasi yang menyerukan kepada Islam, mengajak ke perkara yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Organisasi tersebut bisa bergerak di dalam kampus atau di luar kampus. Dalam kampus sendiri terdapat banyak organisasi yang aktivitasnya menyerukan dakwah kepada Islam. Dan tentu mahasiswa dapat bergabung dengan lembaga dakwah kampus ini, tentu setelah mempertimbangkan keshahihan dan kejelasan ide dan konsep atau metode dakwah yang diemban dan diperjuangkan.
Tampilnya mahasiswa dalam suatu organisasi dakwah merupakan aktivitas mulia dan Allah sendiri memuji aktivitas ini melalui firman-Nya:
”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(TQS Fushshilat:33)
Seorang mahasiswa hendaknya menunjukkan idealisme keislaman yang terpatri dalam dirinya, berusaha tampil di tengah-tengah lingkungan baik di kampus maupun masyarakat dengan menawarkan keunggulan ide dan konsep Islam sebagai solusi atas permasalahan kehidupan. Dalam kesehariannya selalu menampakkan pola fikir dan sikap yang dibangun dari akidah Islam serta berusaha istiqamah memegang kuat-kuat akidah dan syariat Islam. Wahai Sobat…. mahasiswa baru!,
Dengan tampilnya anda kedalam barisan para aktivis dakwah, Insya Allah kebangkitan islam dan kaum muslimin yang kita nantikan akan segera tercapai.
Selamat Berjuang Wahai Sobat Agent Perubah !
Wahai sobat mahasiswa baru!, ingatlah bahwa sekarang saatnya bagi anda untuk menapaki dunia kampus yang baru, yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap kelanjutan kehidupan anda di masa yang akan datang. Persiapkan dan rencanakanlah langkah-langkah anda, tetap berpegang teguhlah kepada akidah dan syariat Islam serta bergabunglah bersama barisan kaum muslimin yang ikhlas. Saat ini kehadiran anda sangat dinanti-nantikan demi kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Dengan dilandasi semangat ukhuwah islamiyah kami ucapkan selamat datang dan berjuang wahai saudaraku. Allah Swt senantiasa bersama kita. Allahu Akbar...

Banjarmasin, 05 September 2009
Ketua Umum
Angkatan Muda Baitul Hikmah
Masjid Kampus Unlam

Peran Mahasiswa Muslim Sebagai Agen Perubahan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran 3:190-191)
Coba perhatikan dirimu, wahai sahabatku! Rupa wajahmu, mata indahmu, senyum manismu, Subhanallah… adakah insan yang sama sepertimu di belahan dunia ini? Baik rupa, sifat maupun wataknya? Tidak ada, bukan? Ya tidak ada seorang yang sama sepertimu, walau dirimu kembar sekalipun! Dari sekian banyak manusia, dari sekian triliun jiwa pernahkan engkau temui ada yang sama satu dengan lainnya? Tidak ada bukan? Apa yang terlintas di pikiranmu? ALLAH!
Ya Maha Besar ALLAH, betapa Maha kaya-Nya Allah. tak seorang pun patut dipuji selain diri-Nya! Tidak ada sedikitpun yang pantas kita sombongkan atas diri kita, begitupun terhadap makhluk-makhluk-Nya. Subhanallah…Walhamdulillah…walaa ilaa haillallah…wallahu akbar
Dan tahukah sahabat? Ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptkan tidak dengan sia-sia, dan ia mamapu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun, pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada rasa takut kepadaNya, penyerahan diri, dan ketundukan pada semua aturan yang telah ditetapkannya dalam sebuah aspek kehidupan. Baik dengan posisinya sebagai seorang pejabat, sebagai guru, dosen, maupun seorang Mahasiswa, karena sejatinya mereka adalah hamba Allah yang lemah, terbatas, dan tergantung sehingga membutuhkan aturan sempurna yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan agar tercapainya tujuan penciptaan mereka (red: manusia) yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Waktu adalah moment untuk berprestasi. Demi massa, demikian Allah bersumpah. Bukan main-main tentunya, karena Allah menegaskan bahwa sesungguhnya manusia pasti akan merugi kalau tidak memperhatikan waktu kecuali 4 golongan yaitu : orang yang beriman, orang yang beramal shaleh, orang yang menasihati dalam kebenaran (Dakwah) dan orang yang menasihati dalam kesabaran sebagaimana firman Allah dalam Al-Ashr ayat 1-3.
Menyikapi ayat ini, Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “ seandainya manusia memahami ayat ini cukuplah agama baginya…..” apa maksudnya? Surat al ashr merupakan intisari bahwa hidup adalah kumpulan waktu. Yang tidak mampu mengunakan waktu dialah orang yang dijamin bakal rugi, persis orang yang sudah mati. Ujuduhu k-adamihi, keberadaannya seperti tidak ada karena tidak ada gunanya. Rasulullah SAW bersabda,” perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan yang tidak mengingatNya seperti orang yag hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)
Siapa sih yang ingin hidup sekedar sebagai pemain figuran. Penonton orakan atau artis murahan tannpa peran yang jelas. Tak heran Rasulullah adalah menusia yang paling sibuk di dunia. Beliau adalah teladan dalam segala keadaan. Di antara aktivitasnya dalam mendidik umat.rasulullah SAW berperang sebanyaklebih 80 kali dalam tempo kurang lebih 10 tahun. Beliau pun mampu mendidik keluarga menjadi keluarga skinah mawaddah wa rahmah, mesra terhadap istrinya, santun terhadap pembantunya, penyayang terhadap pakir miskin dan berbagai prestasi luar biasa yang harus kita teladani. Coba kita tengok juga para Sahabat seperti Zaid bin Tsabit ra sanggup menguasai bahasa Persia dalam tempo 2 bulan. Abu hurairah masuk islam usia 60 tahun, pada tahu khaibar dan selalu menyertai rasulullah. Prestasinya luar biasa, dia meriwayatkan sebanyak 5374 hadist. Khalifah Umar bin abdul Aziz sanggup merubah kondisi bangsa yang melarat menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera hanya dalam tempo lebih kurang 2 tahun. Masih banyak lagi orang-orang yang telah mengukirkan prestasinya dengan tinta emas. Sekarang giliran sahabat semua.
Sahabat, kiprah pemuda telah terukir indah dalam tinta emas sejarah, mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan. Dengan potensi seperti di atas, wajar jika pada setiap zaman kemudian pemuda memegang peran penting dalam perubahan kaumnya. Kita lihat kisah Ibrahim as sang pembaharu, atau kisah pemuda Kahfi (18:9-26) yang masing-masing begitu sigap menerima kebenaran. Atau orang-orang yang segera menerima dan mendukung Rasulullah saw pun ternyata adalah para pemuda, bukan orang-orang tua yang saat itu menjadi pemuka kaumnya. Bukan Abu Jahal atau Abu Sufyan, tetapi Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah lah yang kemudian mengusung panji-panji Islam. Bahkan Abu Bakar - yang cukup tua pun - saat itu baru berusia 37 tahun.
Pada umumnya mahasiswa memiliki jati diri dan sikap yang khas serta berbeda dengan masyarakat. Hal ini terefleksi dalam paradigma berfikir dan pola perilaku dalam dirinya ketika merespon lingkungan dan permasalahan masyarakat. Sikap idealis, dinamis, inovatif dan pro terhadap perubahan ke arah yang lebih baik inilah yang membedakan antara mahasiswa dengan masyarakat pada umumnya. Dengan karakteristik yang khas tersebut menjadikan mahasiswa sebagai ujung tombak pelaku perubahan yang strategis. Tengoklah Berbagai perubahan sosial yang terjadi di berbagai negara di belahan dunia, siapakah yang menggerakkan? Revolusi di Rusia tahun 1905 dan 1917 digerakkan oleh kalangan mahasiswa, begitu pula revolusi Korea Selatan tahun 1960, revolusi Islam Iran tahun 1979. Tumbangnya kekuasaan korup di Indonesia pada era Soekarno 1966, Soeharto 1998, dan Abdurahman Wahid tahun 2000 juga digagas dan digerakkan oleh organisasi kemahasiswaan. Disinilah nilai strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dapat diandalkan sebagai motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik.
Perubahan Menuju Sistem Islam
Wacana perubahan memang sudah sering disuarakan oleh banyak kelompok masyarakat dengan berbagai corak dan latar belakang organisasi yang berbeda. Namun pandangan mereka pun tampak berbeda ketika ditanyakan ke arah mana perubahan sosial akan diarahkan. Akankah perubahan sosial diarahkan ke ideologi Sosialisme? atau justru perbaikan parsial yang semakin mengokohkan kapitalisme? atau sebaliknya perubahan ke arah penerapan ideologi Islam secara kaffah?
Dalam lintasan sejarah telah terbukti kerusakan dan kebusukan ideologi Sosialisme. Runtuhnya Uni Soviet di awal dekade 90-an menjadi bukti sejarah bahwa sosialisme telah gagal. Begitu pula yang terjadi di Indonesia ketika Presiden Soekarno berusaha menerapkan Sosialisme dengan Nasakom-nya. Sosialisme tampak kerusakannya karena ide dan konsep kehidupan yang diembannya tidak sesuai dengan fitrah manusia dan tidak memuaskan akal manusia. Sama seperti Sosialisme, kapitalisme sekuler yang diemban kebanyakan negara saat ini tidak mendatangkan kemakmuran dan ketentraman umat manusia. Yang terjadi justru pemiskinan yang semakin menjadi-jadi di negara ketiga oleh yang dilakukan oleh para kapitalis. Penguasaan sumber daya alam oleh sekelompok pemodal telah mendatangkan bencana bagi umat manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh Kapitalisme yang lahir dari ide pemisahan agama dan kehidupan (sekularisme) ini sangat berbahaya. Hal ini bisa dilihat dengan semakin tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, begitu pula angka kriminalitas dan korupsi. Yang jelas ideologi Sosialisme dan kapitalisme telah terbukti kebobrokannya dari sisi ide dasar dan konsep yang diembannya.
Kalau Sosialisme dan kapitalisme telah gagal, kemanakah kita melangkah? Maka satu-satunya ideologi yang sahih dan layak untuk diterapkan karena sesuai dengan fitrah dan memuaskan akal manusia yaitu idelogi Islam. Konsep kehidupan yang diturunkan Allah Swt untuk mengatur seluruh kehidupan manusia mulai dari perkara ibadah pribadi, akhlak, pergaulan, sanksi hukum, ekonomi, politik bahkan pemerintahan. Firman Allah dalam al-Quran:
”Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (TQS An Nahl: 89)
Dalam lintasan sejarah telah terbukti bahwa peradaban Islam telah memimpin dunia selama berabad-abad lamanya. Penerapan sistem Islam telah membawa kemajuan umat Islam di berbagai bidang kehidupan bahkan memberikan kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam pada waktu itu.
Wahai mahasiswa muslim, sudah seharusnya kita bangga akan kemajuan yang dihasilkan oleh peradaban Islam. Dan kini tampak didepan mata bahwa satu-satunya konsep hidup yang layak diterapkan adalah Islam. Apalagi sebagai seorang muslim tentu hanya Islam-lah satu-satunya konsep kehidupan harus yang kita pegang dan perjuangkan, bukan Sosialisme dan kapitalisme konsep hidup buatan manusia yang justru menjerumuskan umat manusia ke lembah kesengsaraan.
Tampil Sebagai Aktivis Dakwah
Tidak diragukan lagi bahwa mahasiswa muslim merupakan salah satu penggerak dalam perubahan sosial. Suatu perubahan ke arah penerapan aturan Islam secara menyeluruh dalam sendi-sendi kehidupan. Apalagi salah satu identitas seorang muslim adalah terinternalisasinya suatu sikap amar ma’ruf nahi munkar dalam dirinya. Oleh karena itu tampilya figur mahasiswa dalam suatu organisasi yang menyerukan kepada Islam, mengajak ke perkara yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Allah sendiri memuji aktivitas ini melalui firman-Nya:
”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(TQS Fushshilat:33)
Seorang mahasiswa hendaknya menunjukkan idealisme keislaman yang terpatri dalam dirinya, berusaha tampil di tengah-tengah lingkungan baik di kampus maupun masyarakat dengan menawarkan keunggulan ide dan konsep Islam sebagai solusi atas permasalahan kehidupan. Dalam kesehariannya selalu menampakkan pola fikir dan sikap yang dibangun dari akidah Islam serta berusaha istiqamah memegang kuat-kuat akidah dan syariat Islam. Wahai mahasiswa muslim!, dengan tampilnya anda kedalam barisan para aktivis dakwah, Insya Allah kebangkitan islam dan kaum muslimin yang kita nantkan akan segera tercapai. Karena waktu adalah momentum untuk berprestasi, yaitu berprestasi dunia maupun akhirat. Sehingga sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita berperan dalam meniti prestasi yang diridhoi Allah.
Selamat Berjuang Wahai Sahabat !
Wahai para sahabat!, ingatlah bahwa sekarang saatnya bagi anda untuk menapaki dunia kampus, yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap kelanjutan kehidupan anda di masa yang akan datang. Persiapkan dan rencanakanlah langkah-langkah anda, tetap berpegang teguhlah kepada akidah dan syariat Islam serta bergabunglah bersama barisan kaum muslimin yang ikhlas. Saat ini kehadiran anda sangat dinanti-nantikan demi kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Dengan dilandasi semangat ukhuwah islamiyah kami ucapkan selamat datang dan berjuang wahai saudaraku. Allah Swt senantiasa bersama kita. Allahu Akbar... (Dari berbagai sumber)


Disampaikan Talk Show TRENDI 1430 H
Ketua Umum
Angkatan Muda Baitul Hikmah
Masjid Kampus Unlam

Hendra Bahyuni Ibnu Husin

Selasa, 26 Mei 2009

TENTANG SAHABAT...

Aku bangga dapati dirimu seadanya..

kupikir, pantaslah dirimu kutemani

aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...

KAULAH SAHABATKU....

bila hari-harimu berselimutkan duka

kudoakan Damai bagimu

bila hari-harimu tertimpa bahaya

kudoakan KASIH bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria

kudoakan BAHAGIA bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam

selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya

selama panas dan hujan masih silih berganti

AKULAH SAHABATMU …..

bersama kita merangkai KARSA

bersama kita menyusun CERITA

bersama kita satukan ASA

berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama

selalu dan selamanya

dalam doa dan perjuangan dakwah......

terus bersama dan berjuang

karena tiada kemuliaan tanpa Islam

Created By : Saudaramu

pacaran dalam ISLAM

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

Memiliki rasa cinta adalah fitrah

Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)

Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).

Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).

Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).

Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab